Jumat, 08 April 2016

Blawong Pandita Ratu Samadi (Kanjeng Kyai Budho)


Sebuah mahakarya dari ex. Indonesian Imperial Heritage of Java yang kami peroleh sudah cukup lama ini memiliki segudang kisah unik dibalik nya.


Dengan ukiran timbul 3 dimensi yang sangat detail dan primitif lengkap dengan segala patina kayu yang telah berusia ratusan tahun ini menyimpan segudang misteri dibalik keanggunan nya.




Blawong ini memiliki kepala singa 3 dimensi yang merupakan symbol dari sebuah trah tertentu di Jawa Tengah dan memiliki dua nogorojo yang sedang mengawal sang Raja yang sedang bersemedi., maka itu blawong ini kami namakan Blawong Pandita Ratu Samadi yang menjadi tajuk daripada Sasana Panembahan kami sendiri di Malang, namun... ada seorang kawan baik kami dari trah Jogjakarta yang mengatakan ada cerita menarik dibalik Blawong ini sendiri dikala Pangeran Samber Nyawa sedang bermeditasi di tepi Gunung Kidul dan mendapatkan Sepasang Betok (pusaka tua tindih) yang kemudian dinamakan Kanjeng Kyai Budho oleh Beliau.


Segala cerita dan legenda memang menyelimuti Blawong yang luar biasa ini namun dibalik itu bahan kayu nya yang sudah membatu ini pun tidak dapat kami identifikasi terbuat dari kayu apa namun ukiran dan detail garap primitif Daleman nya masih amat sangat khas dan bukan sembarang orang dari kasta priyayi pun sanggup untuk memiliki blawong ini. 




Dengan tebal 17cm lebar 33cm dan panjang 67cm blawong ini jelas bukan barang pada umum nya dan dengan detail garap yang hidup dan dramatis yang layak untuk menjadi Top End Blawong Collection kami di galeri kami di Malang.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Total Tayangan Halaman