• Indische Empire Style Gallery


    Malang, East Java

Recent Articles

Rabu, 29 Maret 2017

A superb Cupid Large Paris Plaster Figural lamp with original MOP (Mother of Pearl) kawung shade from 1920s ex. Indonesian Imperial Heritage


Top collection... simply the finest... pertama kami melayangkan pandangan mata kami kepada nya...
Lampu patung ini begitu sempurna dalam hal kehalusan garap, anatomy dan keoriginalitasan nya dan memang kami dapatkan langsung dari perjalanan kami terakhir ke Jawa Tengah kemarin.


Lampu patung ini dibuat dari bahan paris Plaster atau gips perancis tua yang merupakan pesanan khusus sebuah trah di Jawa Tengah dan sudah diambang kepunahan.



Ada yang dicat putih polos dan dijajar di taman dan ada yang digincu full dengan fungsi sebagai lampu di dalam pendopo agung atau ruang2 besar terbuka lain nya termasuk di area Kaputren.


Lampu ini memiliki ukuran cukup besar dengan tinggi total 73cm dan bentangan 70cm serta kap original tua yang terbuat dari kulit kerang atau biasa disebut dengan kimo oleh orang peranakan. Kap lampu ini juga dibuat dengan detail yang luar biasa dan tipis sekali serta membentuk pola pattern batik Kawung khas barang daleman Inti.


Segala patina dan warna pada patung ini masih 100% original dan tidak kami sentuh karena sudah matang dan sangat indah serta menunjukan usia dan ketuaan nya.

Our private collection only!!

Sabtu, 25 Maret 2017

Patung Dewi Sri Perunggu temuan Sungai Brantas Kediri ca. 13-14th cent AD


Sebuah penemuan terbaru yang kami dapatkan ini merupakan patung yang luar biasa langka fengan keutuhan 95% dan patina yang sudah matang terkena air sungai.



Patung ini merupakan patung Dewi Sri dengan padi di bahu nya yang melambangkan panen dan kemakmuran serta merupakan salah satu dari 3 dewi utama di Kebudayaan Hindu kuno.




Menurut estimasi penemu kami di lapangan merupakan era Majapahit awal di abad ke 14 namun menurut kami sendiri patung ini berusia lebih tua dari itu dan perkiraan kami adalah kerajaan Daha Kadiri di abad 13 an karena lebih tua dari jenis Majapahitan. Dan jelas jauh lebih langka.



Dengan tinggi 14.5cm dan kondisi yang sempurna patung ini layak dijadikan museum piece yang sangat indah untuk dikoleksi dan dilestarikan oleh pelestari kebudayaan Jawa kuno.


Booked...

French Peasant Figural Metal oil lamp ca. 1880-1890s


Simply magnificent... dari jajaran koleksi kami sejumlah ratusan biji lampu patung dengan anatomi dan keluwesan yang seperti yang satu ini...



Dengan selayang pandang kami tidak dapat memalingkan tatapan mata kami dari lampu ini karena keindahan dan keluwesan anatomi nya yang tiada tara.




Dengan patina warna bronzed spelter yang matang dan original patung petani ini sungguh indah dan dilengkapi dengan temoat minyak majolica timah original bawaan nya serta kap two tone melki dan bening grafir yang super langka.


Lampu patung memang merupakan hobby dan kegemaran kami namun memang sangat susah untuk mendapatkan yang super saat ini...


Tinggi total lampu ini adalah 76cm dan luar biasa indah dan tiada cela nya...

Private collection Only!!!

Jumat, 24 Maret 2017

Simply... The early Chronograph Complication by Heuer 1920s Top Rarity


Kalo mau berbicara barang top... dari jajaran jam kantong langka kami... This is one of the Absolute best...


Dengan mesin 22 jewels Heuer pembuatan tahun 1920 sports model chronograph dan casing perak 0.800 original dan dijamin di Indonesia Tiada Duanya ini merupakan masterpiece collection kami selama 7th terakhir ini.


Kami dapatkan dari keluarga Priyayi di Jawa Tengah yang membelinya sekitar tahun 1920 di Eropa jam ini memang super langka dan termasuk dalam jajaran koleksi teratas bagi kami.


Chronograph nya 5 jarum dan masih berjalan dengan fully working order...


Top end collection...

Private Collection Only!!!

Zenith Military Grade WW I Solid Silver 800 pocket watch ca. 1910-1912s

Collecting a high end pocket watch juga merupakan salah satu hobby dan kegemaran kami 5 tahun silam dan dalam kurun waktu beberapa bulan kami berhasil mengumpulkan beberapa top end grade pocket watch dari seluruh penjuru Indonesia.


Jam kantong bukan hanya sebuah penunjuk waktu, tetapi merupakan status symbol bagi sang empunya di masa itu. Sama seperti jam tangan di jaman sekarang. Seseorang bisa spend milyaran rupiah untuk sebuah jam tangan High end dan juga termasuk dalam sebuah investasi di masa ini. 


Tidak semua jam kantong memiliki harga yang sama itu sudah pasti, ibarat Casio tidak akan pernah berharga sama dengan Rolex atau Panerai. Demikian juga dengan jam kantong, pada jaman itu tidak banyak merek beredar seperti jam tangan pada saat ini, dan Zenith was among the top tier dari semuanya, bahkan sampai tahun 2002 mesin Rolex Daytona masih menggunakan mesin Zenith El-Primero yang justru lebih baik daripada mesin Rolex chronograph In House after 2002 menurut market survey.


Jam kantong Zenith ini kami akuisisi tahun 2010 lalu dari seorang kolektor di bilangan Jawa Tengah dan setelah kami minyaki dan kami jalankan kembali jam kantong ini masih dapat menunjukan waktu dengan tepat hingga saat ini. 


Menurut nomer seri mesin jam ini 1633050 merupakan pembuatan tahun 1910-1912 karena pada tahun 1917 Zenith telah mencapai nomer seri produksi 2xxxxxx. Dan case number pada jam kantong ini 3696 matching dengan nomer seri pada penutup dalam nya yang semua nya terbuat dari Solid Silver 800 termasuk pada dial nya.
Sesuai dengan era WW I maka dial pada jam kantong Zenith ini mengadopsi military style yang amat sangat kental dan masih dalam keadaan mulus 90% (untuk jam military WW I era termasuk super mint condition) .


Jam ini menggunakan mesin in house Zenith dengan patent 1904 yang terbuat dari gold plated metal dan masih berfungsi dengan baik dengan power reserve +- 34jam menurut buku.

Bahkan logo Z pada Zenith pun masih pre 1911 dimana pada tahun 1911 onwards semua zenith menggunakan logo Z biasa non Zelda. 


Mengoleksi jam kantong harus betul-betul paham dan bukan sembarangan mengoleksi karena Jam kantong was a part of History itself.

"... bahkan seorang Mahatma Gandhi juga selalu setia menggunakan jam kantong Zenith dari era WW I hingga akhir hayat beliau..."




SOLD

Our finest French figural Wall lamp with Old Glass Rods shade ca. 1920s


Lama sekali kami memiliki lampu dinding ini dan belum ktm kap yang pas untuknya sehingga tergeletak selama beberapa tahun terakhir ini.



Setelah lama menunggu akhirnya lampu dinding ini mendapatkan kap pasangan serasi nya yang terbuat dari kristal tua renta yang original nya memang lubang dan menggunakan kuningan di ujung2 nya untuk mengaitkan nya pada kap.



Jenis kristal seperti ini memang amat sangat langka dan mungkin tidak akan kami dapatkan lagi di kemudian hari dan karena itu untuk sementara kami koleksi sendiri di kediaman kami di Malang.





Private Collection Only!!!

Kamis, 23 Maret 2017

Our set of Javanese Kompeni Wooden Trunk... (set Pet PB Kompeni)


Simply breathtaking bagi para kolektor untuk bisa mendapatkan set peti yang senada dan sewarna namun berbeda ukuran apalagi dari Soerakartan Heritage...

Private Collection Only!!!

Blawong PB Soerakartan Nogo Temanten II ca. 1940s


Akhirnya... setelah lama merajuk akhirnya pasangan dari blawong Nogo Temanten kami berhasil kami boyong ke Malang untuk kawan baik kami dari sebuah trah resmi di Jawa Tengah...



Blawong ini awalnya ada sepasang dan 1 kami pergunakan sendiri dan 1 lagi memang kami peruntukan bagi kawan baik kami ini.


Dibuat pada era akhir pemerintahan PB X di tahun 1940an blawong ini masih 100% original nya dan ukiran krawangan nya pun halus serta gincu prodo nya masih 100% original.
Museum pieces...


Termaharkan...

Rabu, 22 Maret 2017

Peti Kompeni Prodo Gincu Soerakartan early 19th century...


Sudah sangat lama kami ingin mengkoleksi peti dengan ukiran dan kombinasi seperti ini karena memang kami punya serinya dalam jajaran koleksi kami di kediaman kami sendiri.



Kami dapatkan dari seorang kawan di Solo peti ini memiliki keoriginalitasan 90% karena engsel nya sudah pernah diganti dan sangat wajar berhubung engsel ini berusia hampir 200th.



Jenis ukir kompeni seperti ini sangat populer di era pemerintahan Sinuhun ke VI dan memang populasi nya sangat jarang saat ini karena banyak yang sudah hancur atau terbang entah kemana.


Dahulu memang peti ini dijadikan peti untuk bepergian dan biasanya 1 set besar ke kecil dan kami harapkan bisa kami akuisisi lagi yang ukuran lain dari set ini.


Dengan panjang 73cm lebar 38cm dan tinggi 36cm peti ini untuk sementara kami set sendiri untuk penggunaan kami pribadi di kediaman kami di Malang.

Private Collection Only!!!

Translate

Berlangganan Email

Total Tayangan Laman